Sabtu, 23 Agustus 2014

Hantu Maljum

Jangan memanggil orang mati…

Jangan mencari orang mati..

Karena mereka semua sudah mati..

Atau kau akan bersama mereka…

Hari minggu, Akri dan dua orang sahabatnya Ryan dan Aqir terbangun dari tidurnya. Mereka bertiga tinggal dalam 1 rumah kontrakan. Mereka baru saja melalui malam yang panjang di sebuah arena permainan. War Game. Game online yang biasa mereka mainkan. Horror-action game. Mereka biasa melewatkan malam minggu bermain game.

“hei qir, jam berapa sekarang ?“ Akri bertanya dalam kantuk.

“Jam 9 pagi.“ jawab Aqir dalam kantuk juga. Keduanya masih dimabuk rasa kantuk.

“Apaaa.. ?!!“, Akri langsung tersentak bangun.

Hari itu Akri itu ada janji dengan seorang kenalannya untuk membahas soal hantu. Ya, selain game, ketiganya adalah pecandu hal-hal yang berbau ghaib atau mistis. Mereka menobatkan dirinya sendiri sebagai ghost-hunter. Tanpa upacara peresmian.

“gawat … gawat.. gue telaat ..“ , Akri langsung nyambar roti sisa tadi malam di atas meja. Ga berapa lama kemudian bunyi motor berderu. 120 km/jam Akri memacu motor ninjanya. Akri udah telat 10 menit. Kenalannya ini adalah sosok yang ga kenal kata telat. Sekali telat tanpa alasan bagus, ga ada kata kerja sama lagi.

Lima menit kemudian Akri sampe di tempat pertemuan. Warteg. Dan seperti yang sudah diperkirakan, sosok tersebut sedang duduk gelisah ditemani bakwan dan es teh manis.

“sori gue telat, gue tadi..emm.. sakit perut. Abis makan indomie 7 bungkus. Hehe” , Akri coba mencari alasan. Orang itu sinis ke Akri yang cuman mesem sambil garuk-garuk kepala. Ini sudah kedua kalinya Akri telat ketemuan. Sebelumnya pernah telat dan pertemuan dibatalkan. Akri nya salah tempat ternyata! Udah telat, salah lagi.

“ Ah kalo bukan karena kenalan, gue udah cabut dari tadi! “ kata kenalan Akri itu. Namanya adalah…. Sarah. Dia tidak hanya sekadar kenalan Akri, tapi juga orang yang dikenal Akri. Kurang lebih gitu. Dia teman kuliah Akri.

Mereka berdua pun mulai berdiskusi -Aqir sama Ryan sama sekali tidak tahu soal sarah ini-. Akri sama Sarah sepakat membahas tentang spesies baru hantu yang muncul di rumah sakit dekat tempat tinggal Sarah. Dia memanggil hantu ini dengan sebutan “ Hantu Maljum “ karena nongolnya ketika malam jumat. Sejarahnya hantu ini baru muncul setelah ada yang meninggal beberapa hari lalu di rumah sakit tersebut akibat kecelakaan. Karena yang bersangkutan bukan penduduk setempat dan tidak membawa kartu identitas, maka mayatnya dimakamkan di TPU terdekat.

Pendek kisah, dua hari setelah kejadian itu, salah seorang OB rumah sakit yang lagi ngibrit ke toilet tanpa sengaja melihat pintu ruang resepsionis sedikit terbuka dan dia melihat ada seseorang di tempat itu. Berhubung dia masih turunan ke-8 dukun , dia memberanikan diri untuk memeriksa. Alangkah kagetnya dia ketika dia melihat sesosok arwah dengan muka dan badan hancur belur melayang-layang. Si OB pun langsung ngibrit. Ke toilet. Kebelet cuy (?)

Malam itu Akri nginep di rumahnya tetangganya Sarah. Soalnya doi ngebahas soal “ hantu maljum “ sampe malem, jadi biar gampang numpang tidur sama tetangganya Sarah (re : panti jompo). Sebenarnya Akri , Aqir, dan Ryan – juga Sarah – awalnya terobsesi dengan segala macam pembasmian dan hunter ini karena abis nonton sebuah serial tivi yang tema nya sama seperti itu. “ Hei bro, hantu di Indonesia lebih serem! Dan… nyata .. “ begitu ucap Aqir sehabis nonton. Ya , itulah anak muda. Dan keesokan harinya hingga sekarang, mereka mengejar hal mistis nan ghaib ini.

***

Keesokan harinya Akri pulang ke rumah. Doi bawain beberapa lembar kertas yang udah kuning nan lecek berat. Lembaran itu dilemparin ke muka Ryan yang ketiduran di atas sofa. Itu anak tidak diterima diperlakukan seperti itu. “ Kri, apaan sih muka gue dilempar-lempar? Emangnya tong sampah? “ , ucap Ryan sewot.

 

“ Ayo bro.. bro…. bangun !!! Qiiiir bangun !!! “ teriak Akri . “ Ada berita ghaib baru nih ! “

Dengan muka lemas, Aqir dan Ryan membaca lembaran kertas yang tadi dilempar Akrie. Muka mereka yang tadinya kusut langsung berubah semangat. Ibarat nemu duit 100 ribu di tengah jalan. Mereka tampak sangat bahagia dengan apa yang dibacanya.

“ Gimana ? mantep kan ? “

“ wah ‘ hantu maljum ‘ gue juga baru denger ! kalo ‘ hantu kentut ‘ baru pernah denger “

Plak. Akri pun ngejitak kepala Aqir. Itu anak sempat-sempatnya melucu. Garing tau. Kayak kerupuk.

“ Dan gue akan memperkenalkan rekan baru kita. Doi yang ngasih tau info tentang hantu ini. Saraaah, ayo masuukk .. “ teriak Akri dari dalem.

Sarah pun masuk ke dalam kontrakan mereka. Aqir matanya langsung melotot. Rupanya kaki Aqir ga sengaja keinjak sama Ryan yang terpesona.

“ Waaah… “ kata Ryan, masih terpesona. “ Cantik bangeet…… kalungnya. “

Gubrak. Sepatu melayang. Ryan dan Aqir kemudian tersadar dari lamunan setelah disemprot Akri pake oli. Maknyoss. Malam itu mereka berempat merundingkan sebuah strategi untuk mencari tahu mengenai masalah hantu ini.

***

Empat hari kemudian, tepat malam jumat, Mereka berempat melakukan aksi. Mereka dibagi dalam 2 tim. Tim satu, yaitu Akri dan Sarah, bertugas masuk kedalam rumah sakit. Tim 2, Aqir dan Ryan, bertugas memeriksa TPU terdekat, kali aja ada tukang somay.

Jam 23.00

Akri dan Sarah udah stand-by di depan pintu rumah sakit. Akri butuh waktu satu jam untuk memastikan rumah sakit itu sudah benar-benar gelap dan sepi. Sementara itu, di TPU sana Ryan lagi asyik makan somay bareng Aqir.

Akri langsung ngeluarin sebilah kawat. Bukan pedang. Dalam hitungan detik pintu yang terkunci pun akhirnya terbuka. “ wah bakat maling lo kri “, kata Sarah. Akri cuman senyum-senyum aja.

“ Oke Sar, menurut cerita lo, penampakan terakhir terlihat di lantai 3, tapi sebelumnya justru terjadi di lantai 2. Kalo gitu gue ke lantai 2, dan lo ke lantai 3. Oke? Bawa golok kan? “

“ oke Kri. Selow, gue bawa kok. “

Gue dan Sarah akhirnya berpencar. Informasi dari Sarah mengatakan ruang operasi dan rawatnya ada di lantai 2 ini. Mendekati ruang resepsionis, hawanya sudah lain. Ada hawa tidak enak. Akri kentut rupanya.

Di lantai 3, Sarah mendengar suara-suara dari arah ruang resepsionis. Dengan rasa deg-degan luar biasa, Sarah mendekati ruangan itu dan…. Ternyata itu suara angin. Sepertinya suster lupa menutup ruang resepsionis dan jendelanya yang menghadap keluar. Sarah pun menutup jendela tersebut. Namun, ketika Sarah berbalik badan ia………

“ AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA…. “ teriak Sarah kenceng banget

***

Akri sibuk membolak-balik arsip yang ada di ruang resepsionis. Dia menemukan sebuah data tentang korban kecelakaan yang diceritakan oleh Sarah. Lelaki itu paruh baya, sekitar 40-an umurnya. Tertulis ia belum membayar biaya operasi dan rawat inapnya. Data itu juga menyebutkan, lelaki itu juga tidak membawa tanda identitasnya. Oleh pihak rumah sakit juga kepolisian sepakat untuk melakukan proses pemakaman umum di TPU dekat situ.

Ketika hendak meng-check arsip operasi, Akri mendengar sesuatu,

“ Eh suara apaan tuh ? kayak teriakannya Sarah…….. hei! “

Akri terkejut dengan pernyataannya sendiri. Dia menghubungi ponsel Sarah. Tidak diangkat.

“ Sial.. ada yang tidak beres nih ! “

Akri langsung berlari ke lantai 3. Dia menemukan Sarah pingsan di dalam ruang resepsionis.

“ Sar ! bangun sar ! jangan pingsan disini aduh… di kasur kek yang empukan.. “

Sarah pun sadar. “ Kri… lo kah itu ? eh iya Kri gue.. gue.. ngeliat .. itu…. Err.. ayo pulang aja Kri, gue takut….. “

“ Lo ngeliat apaan Sar ? jangan bikin gue kepo deh “

“ yaudah ntar di kontrakan lo gue certain … “

***

Di TPU Aqir dan Ryan masih setia bersama abang tukang somay. Mereka mencoba mengorek informasi dari beliau.

“ Bang, katanya sekitar seminggu lalu ada yang baru dimakamin disini yah ? “

“ Iya mas. Katanya korban kecelakaan. Kebetulan yang mengantarkan korban adalah tetangga saya. Dia cerita banyak hal.. “

“ Cerita apa bang ? certain dong.. “

“ Katanya itu korban ditemukan dalam keadaan terkapar di tengah jalan, 1 km dari rumah sakit, deket jalanan sepi itu. Berdarah-darah lagi ! temen saya sempat takut juga, namun karena waktu itu pagi-pagi banget akhirnya teman saya itu langsung bawa ke rumah sakit yang ga jauh dari lokasi kejadian. “

“ Terus ? “

“ Terus ya.. barusan dia cerita, temannya yang OB di rumah sakit, ngeliat penampakan korban kecelakaan waktu kebetulan lagi lembur piket malam. “

“ Hii… serem ……… makasih bang ceritanya, kita mau pulang deh… “

Mereka pun membayar somay yang dimakan. Entah kenapa pas bayar itu abang senyum-senyum mencurigakan gitu. Aqir sama Ryan langsung ngeloyor naik motor. Pas diliat lagi, tukang somaynya udah hilang! Waduh, kontan mereka berdua langsung ketakutan. Motor tancap gas pulang ke kontrakan.

 

***

“ Sar… coba certain ke gue apa yang lo liat tadi…. “

Sarah celinguk kanan-kiri, waswas. “ Jadi gini………..”

Jadi, waktu Sarah balik badan tadi doi ngeliat sesosok bayangan hitam lewat di hadapannya. Muka sama badan sosok itu hancur lebur, persis seperti informasi yang di dapat Sarah. Sosok itu ngeliat ke arah Sarah. Sarah pun pingsan. Sosok itu tak lain tak bukan adalah “hantu maljum”.

“ hah ? waw… pengalaman pertama yang menyenangkan bukan ? “ kata Akri.

Tidak berapa lama kemudian, Aqir sama Ryan masuk ke rumah terbirit-birit. Masih ketakutan dengan menghilangnya tukang somay barusan secara misterius. Dengan tersengal-sengal, mereka berdua bercerita secara bergantian.

“ Dan .. bonusnya.. “ Aqir menimpali, “ abang tukang somay nya menghilang dalam hitungan detik habis kita bayar ! sereeeeeem ! ‘

“ Abang somaynya diculik alien kali ! ah elu, jangan nakutin gue dong! “ ucap Akri. Mereka pun akhirnya tertidur pulas dalam rasa ketakutan masing-masing.

***

Dua hari kemudian, malam minggu, lelaki-lelaki itu memutuskan untuk pending main game dulu. Hal mistis jauh lebih menarik. Ryan bahkan bersikeras bahwa kasus mistis ini jauh lebih berharga daripada semua game yang belum pernah dia mainkan. Iya, garing memang itu anak.

Siangnya, Ryan baru kembali dari perpustakaan. Dia berkonsultasi juga dengan sesama ghost-buster. Informan itu menyatakan.. bahwa sebaiknya arwah gentayangan itu dibacain ayat terus di-doain biar ilang. Tapi… “ hantu maljum’’ kan munculnya malam jumat, bukan malam minggu. Nah, kemudian Ryan dikasih tau buat manggil arwah gentayangan.

“ Ayo kita selesaikan kasus ini ! yang kita butuhkan adalah doa. Doa supaya kita ga ketakutan, eh supaya kita bisa mengusir arwah itu! “ , Ryan berkoar penuh semangat, menirukan tokoh utama serial tivi yang ditontonnya waktu itu.

Dan mereka benar-benar melakukannya. Di kontrakan.

“ Lo semua siap ? “ Tanya Ryan.

Akri, Sarah, sama Aqir mengangguk setengah setuju. Akri sebenarnya tidak mau kontrakannya jadi kandang arwah kalo ternyata mereka gagal dalam usaha pengusiran ini.

“ Oke.. brumbah..bumi gonjang ganjing goyang gayung gitung gantug… pa..papoy banana potatona…. Hubree..hobraaa… hulaar hobraa… hulaar hitooon…howole howola.. buba ! datanglah kau hantu maljum! “ , Ryan merapal mantra yang terdengar aneh di telinga..

“ Mana nih ? kok ga ada reaksi ? “ , Sarah kebingungan.

Tidak berapa lama setelah Sarah bicara, tiba-tiba mati lampu. Seisi rumah langsung panik.

“ setannya datang !! tidaaaaak !!! “ Aqir heboh sendiri, ketakutan.

Tiba-tiba sms masuk ke hape Akri. “ Maaf, anda belum bayar tunggakan tagihan listrik. Dengan segala hormat kami matikan listrik rumah anda. Terima kasih. “

Aduh bikin kaget aja. Kirain efek dari perapalan mantra tadi. Untung dekat tempat duduk Aqir ada senter. Dinyalakanlah senter itu.

“ makanya lu jangan percaya sama mantra-mantra ga jelas! “ kata Akri.

“ AAAAAAAAAAAA……!!! “ , teriak Aqir ketika menyorotkan senter kearah hadapan mereka semua.

“ Itu… “ tunjuk Aqir sambil gemeteran, menunjuk ke arah hadapan mereka berempat.

Tampaklah sosok arwah gentayangan rumah sakit di hadapan mereka.

“ AAAAAAAAAAAAAA.. !!!! “ , mereka berempat langsung pada ngibrit ke belakang sofa. Ketakutan.

“ Eh ngapain kabur lu ! kan mau beresin nih setan !? “ kata Ryan. “ Hei setan sinilah kau ! “

Ryan berlari ke arah sang arwah. Sang arwah berlari ke arah Ryan. Mereka berdua saling bertabrakan. Tapi nembus. Jadi nya ga kena deh.

Ryan kemudian membaca doa sebanyak-banyaknya, termasuk juz amma. Arwahnya sempat keras kepala juga. Kuat bertahan. Namun, pas diberendengin ayat Kursi sama Al-Fatihah ramai-ramai barulah kemudian arwah itu hilang. Mereka pun lega. Akhirnya segala macam ketakutan berhasil dihilangkan. Kasus pertama mereka selesai. “ gue pikir… gue lebih baik main War Game aja dibanding berurusan langsung sama mistis. Ga lagi deh.. “ , Akri kemudian melakukan konferensi pers di hadapan teman-temannya.

Keesokan harinya mereka berkunjung ke makam korban tanpa nama tersebut, untuk berziarah. “ gue yakin itu arwah datang bukan karena mantra lo itu. Syirik tau percaya sama gituan.. “ kata Akri ke Ryan. Ya, memang mantra atau apapun itu memang haram semua. Itu adalah perbuatan syirik. Mungkin saja, kebetulan arwahnya lagi silaturrahim ke kontrakan mereka waktu mantra tersebut selesai dirapalkan.

Selesai dari itu, mereka kembali ke habitat masing-masing. Tukang somay pun sudah kembali ke TPU. Aqir dan Ryan kembali ke kontrakan Akri dengan muka cemberut, sementara Akri ditraktir Sarah dengan alasan sudah menyelamatkan nyawanya ketika di rumah sakit dulu. Aqir dan Ryan cemberut karena ga diajak makan. Dan, hari itu pun kembali seperti biasanya. Ga ada penampakan, ga ada hal mistis di malam minggu. Yang ada hanyalah War Game.

 

  • SELESAI -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar