Sabtu, 23 Agustus 2014

Misteri Bilik 13

“ zzziinggg.... “ suara mesin perbaikan jalan berbunyi memekakkan telinga Iwa. Iwa sedang setengah perjalanan menuju kantor. Dia udah ga sabar untuk bertemu dua partner in work nya, Riki dan Alfan. Nih orang bertiga emang udah lengket banget kayak lem alteco ditempel di kepala bayi. Cuman ya itu, bunyi mesin perbaikan jalan membuat Iwa ga konsen bawa motornya karena ketika itu sedang macet pula. Setengah jam kemudian, sampailah Iwa di Kantor.

Oh iya, Iwa ini bekerja sebagai staff ahli pemograman di perusahaan berbasis cyber dan computer selling, PT. Cyber Tak Berjaya. Job yang sama juga dimiliki Alfan. Sementara Riki, pekerjaannya adalah nyolong eh ga ding, kerjaannya adalah staff ahli ekonomi. Perusahaan ini terletak di Ibukota yang mana memiliki gedung dengan satu lantai. Walaupun cuma satu, isinya pakar-pakar semua.



Kembali ke cerita, nah sesampainya di kantor, Iwa langsung masuk ke ruangan kerjanya. Di ruangan itu diisi oleh para staff ahli pemograman dan ahli ekonomi, dan setiap ruang kerja dibatasi bilik. Di ruangan itu berisi empat belas bilik kerja yang dimulai dari angka 12 hingga 25. Cuma bilik 13 ini yang ga pernah ditempating oleh staff apapun semenjak tujuh tahun lalu. Timbul pertanyaan misterius, mengapa ga pernah ditempatin? Ga satupun staff di ruangan itu yang membicarakan masalah ini kecuali ke- 3 orang ini, Iwa, Riki, dan Alfan.

“ Qy, Fan, sini deh ada hal penting yang pengen gue kasih tau nih... “ Iwa tersengal-sengal duduk di kursi kerjanya. Kayak orang abis dikejar-kejar soang.

“ Ada apaan wa? “ tanya Riki dan Alfan berbarengan.

“ Yodeh sini aje napa, tinggal jalan doang “ Iwa mulai kesel

“ iye iye ga usah ngambek kayak babi,eh bayi maksudnye “ jawab Riki

Iwa pun mulai bercerita sesuatu hal. Hal tersebut tak lain tak bukan adalah tentang misteri bilik kerja 13 itu. Satu persatu kisah-kisah berkaitan diceritakan. Riki dan Alfan pun serius mendengarkan....................... MP3. Gubrak. Iwa salto. Nenek Iwa salto.

“ Woi yang serius ! “ Iwa makin kesel diisengin itu dua makhluk. Gimana ga kesel coba? Sekarang tanggal tua, keuangan seret. Harga BBM naik, harga sembako naik, terus mau makan apa coba (?)

Riki dan Alfan cekikikan, kayak orang keselek terompet. Iwa pun kembali melanjutkan kisahnya hingga selesai. Kali ini Riki dan Alfan serius. Mereka malah jadi merinding diam tak berkutik. “ itu beneran ga kisahnya ? “ tanya Alfan. “ iyee... yodah gua ceritain lagi biar lu pada percaya.. “ jawab Iwa.

Jadi kurang lebih kisahnya gini. Kisah ini berhubungan erat dengan sejarah berdarah kantor Cyber Tak Berjaya. Dulu, kira-kira 10 tahun lalu, ada seorang staff ahli ekonomi baru bernama Lily. Dia adalah seorang wanita yang amat cantik. Lebih dari Megan Fox.

Dia merupakan ahli dibidangnya. Diapun seorang sarjana komputer dari Universitas terkemuka di Amerika. Kepribadiannya yang low profile dan kecantikannya yang mempesona tak pelak menjadikan dia sebagai primadona dalam waktu yang singkat. Bilik kerjanya adalah di bilik 13. Pada suatu hari, salah seorang staff dari bilik lain ( namanya ga akan disebutin, soalnya si Tony udah ga kerja di situ lagi ) yang memendam rasa suka semenjak pertama, menyatakan cintanya. Dengan halus Lily menolaknya.

Sepulang kantor, disaat sepi, doi menyergap Lily. Lily ga terima. Langsung aja dengan tendangan kungfunya si Tony langsung tepar. Dan...... kok jadi gini ye? Hehe maap efek nonton film Jackie-Chan. Iya, jadi si Tony menyergap Lily untuk berbuat suatu hal. Lily berontak dan dia berhasil kabur. Tapi itu tidak bertahan lama. Di depan pintu kantor si Tony udah menunggu sembari memegang piso. Entah itu orang nongol darimana. Tony langsung membunuh Lily supaya ga kesebar berita yang aneh-aneh. Mayat Lily dibuang ke sungai Ciliwung dan bekas-bekas di tkp dihapus oleh Tony. Sampai sekarang mayat Lily tidak pernah ditemukan. Orang-orang kantor tidak siapa pembunuh Lily.

Dan........

Alfan dan Riki tak bisa berkata apa-apa. Doi berdua diam tanpa kata.. tanpa napas (?) ga ding, mati dong,

“ woi.... gimane?? Serem dan tragis kan ye? “ tanya Iwa

“ iye wa.. banget. Gue jadi speechless gini. Ah, tapi gue butuh bukti juga alias perlu diselidiki lagi.. lo pada mau ikut ga? “ Riki balik nanya ke Iwa juga Alfan.

Belum sempat kejawab, tiba-tiba salah seorang staff ahli ekonomi juga bernama Annisa menghampiri. Sedari tadi dia memperhatikan makhluk bertiga ini berbagi kisah. Wanita ini cantik dan baik tapi ............................... kalo lagi datang bulan, doi udah kayak manusia serigala. Siap membantai siapapun.

“ Aku daritadi merhatiin kalian ngomongin soal bilik 13... boleh gabung? “

“ oh silahkan..... “

Annisa pun cerita. Jadi dia juga udah pernah mendengar kisah yang diceritakan Iwa sebelumnya. Tapi kali ini lebih dahsyat. Dia melihat penampakan wanita cantik bergaun tipis putih di bilik 13 seminggu yang lalu ketika lembur. Dan hingga sekarang kalo Annisa lembur, sosok tersebut pasti muncul di bilik 13, tepatnya jam 11 malam saat lampu penerangan sudah dimatikan semua.

Awalnya Cuma sekedar siluet belaka. Itu aja Annisa udah panik setengah mati. Makin lama makin kesini, sang sosok tersebut semakin menghantui ruangan itu dan Annisa ga tahan. Dia mendengar suara tangisan dan tawa yang keras. Bahkan ada suara orang main judi (?) ga ding. Bahkan kemarin malam katanya saat seorang staff yang datang ke kantor tengah malam ngambil berkas nya yang ketinggalan, melihat sesosok itu bolak-balik depan pintu. Terus lampu kedap-kedip dan terdengar suara barang-barang terjatuh dari dalam bilik 13. Staff itupun ngibrit pulang. Hari entu orang bahkan ga masuk kerja, kata istrinya dia lagi ambeyen.

***

Tik.. tik... tik... jarum jam bergerak ke arah jam tujuh malam. Obrolan tadi pagi dilanjutkan sepulang kerja. Tiga makhluk suram itupun sepakat untuk menyelidiki masalah ini malam ini juga. Mereka berpendapat bahwa tidak ada yang namanya arwah gentayangan. Sekalipun ada mungkin itu adalah jelmaan jin yang menyerupai seseorang yang telah meninggal bisa dengan maksud menganggu manusia hidup ataupun sekedar mengingatkan bahwa ada sesuatu hal yang berkaitan dengan seseorang yang telah meninggal tersebut. Bisa jadi ada pesan yang ditinggalkan tapi ia tak mampu menyampaikannya sebelum meninggal. At least, bagaimanapun juga, pasti ada yang aneh dari bilik 13. Begitu pemikiran makhluk suram, Iwa, Riki, dan Alfan. Annisa juga mau tetap tinggal. Akan tetapi Riki menolak.

“ Jangan sa... Bahaya malam-malam gini. Apalagi kamu kan sering digangguin sama sosok Lily itu.. “

“ Alah... bilang aja takut entu anak kenapa-kenapa... cieee “ ledek Alfan

“ Apaan sih fan.. lu cemburu aje dah.. ehem.. ehem.. haha “ Bales Riki.

Obrolan itu terhenti ketika sebuah telepon tanpa nama misscall ke hape Alfan. Alfan langsung curiga. Dengan kemampuannya, nomor tanpa nama itu langsung terlacak. Di telepon balik sama Alfan, malah ga diangkat. Nomor tidak aktif, gitu sih kata operatornya.

Pas dilacak keberadaan nomor tersebut, hasilnya nihil. Nomor itu ga punya keberadaan alias nomor itu ga ada. Dengan segala upaya yang kemudian dilakukan, semua berujung pada kesimpulan bahwa nomor itu tidak ada yang punya.

Saat itu jam dinding sudah menunjukkan pukul sembilan. Satu persatu karyawan dan staff mulai pergi ninggalin kantor. Annisa masih bersikeras ingin ikut. Walaupun penakut, tetapi ia penasaran banget sama penampakan-penampakan gini. “ Aku kan udah beberapa kali digangguin. Sekarang kalau bisa aku pengen ngobrol sama sosok Lily tersebut. “ gitu kata Annisa ketika Riki mencoba meyakinkannya untuk pulang. Mau ga mau mereka bertiga membiarkan Annisa ikut bersama mereka.

Rencana malam ini sih cukup simpel tetapi menantang adrenalin. Dua orang bertugas menyelidiki lewat internet dan dua orang lagi bertugas untuk menyelidiki bilik 13. Nah, nyelidikin bilik 13 ini nih yang nantang adrenalin. Selain sejarah bilik itu udah kelam banget dan bikin merinding, tetapi hawa bilik itu juga ga enak banget. Kayak ada sesuatu yang bersemayam disitu. Bilik itu Cuma dibuka pagi sama OB untuk dibersihkan. Setelah itu dikunci lagi. Biasanya orang-orang kalau mau ngeliat ke dalam Cuma lewat jendela aja.

Jarum jam menunjuk ke arah jam 10. Iwa dan Alfan yang sedari tadi mengecek internet menemukan beberapa fakta ataupun kisah yang cukup bikin bulu kuduk merinding. Pertama, bahwa ternyata Tony adalah seorang psikopat yang mana target-targetnya adalah staff muda yang masih gadis dan cantik. Kedua, ada beberapa kejadian yang menimpa para staff yang memakai bilik 13 setelahnya. Ada yang kesurupan, ada yang merasa diawasin terus, sampe kayak ada yang ngelitikin gitu. Karena itu semenjak 7 tahun lalu bilik itu tidak lagi digunakan. Bilik itu dibiarkan sedemikian rupa. Kisah lainnya adalah bahwa sosok Lily tersebut juga pernah menyamar jadi sosok manusia yang mana kemudian menggoda para karyawan lelaki yang lembur.

“ Oke Ki, saatnya lo beraksi sekarang... “ sahut Iwa

“ sip... Sa, masih pengen ikut beraksi ? “ ledek Riki

“ Iya dong. Aku masih mau ikutan.. “ Jawab Annisa

Riki pun pergi ke ruang satpam minjem kunci bilik 13. Sementara itu, Annisa ngecek ke sisi lain kantor. Sedangkan, Alfan masih sibuk berkutat dengan komputer sampai sebuah sms masuk ke hp nya. Sms itu dari nomor yang tadi !

Pergi. Pergi. Pergi.

Bunyi sms nya gitu.

Alfan jadi merinding. Ditambah Iwa juga tiba-tiba ngilang kayak pocong. Tanpa jejak. Hawa ruangan kerja berubah dingin seketika. Tiba-tiba .......................................

“ AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA !!!!!! “ Iwa teriak kenceng banget

Alfan langsung aja lari menghampiri ke arah sumber suara. Dan itu ada di ..... Toilet.

“ Ada apa wa ??? “ tanya Alfan tersengal-sengal

“ Itu... itu.. d..di kaca.... “ tunjuk Iwa

“ di kaca ada apaan? “ tanya Alfan penasaran....

“ d...di kaca.. m..muka gue kok gantengan? “

Gubrak. Tukang sate nabrak tukang sayur.

“ elu mah......”

Belum sempat melanjutkan omelan, tiba sosok bayangan putih lewat. Iwa sama Alfan mati langkah. Sementara itu di sisi lain kantor, Riki sama Annisa juga ngelihat sosok bayangan putih. Kali ini sosok Lily nya benar yang menghampiri. Kalo yang nyamperin Alfan dan Iwa itu asisten nya Lily. Lampu-lampu disekitar mereka berdua mati. Hawa dingin dan sumber cahaya hanya berasal dari hape mereka. Tak berapa lama kemudian lampu kembali hidup dan sosok Lily telah menghilang.

“ Ada yang aneh nih. Kali ini Lily menampakkan sosoknya secara jelas kepada kita. Ayo kita segera periksa Bilik 13 “ ucap Riki.

Sesampainya di bilik 13 mereka benar-benar merasakan hawa yang tidak enak. Sangat tidak enak. Kayak minum air putih pake garam dicampur jahe (?) boong ding. Mana ada air pake garam, yang ada pake cuka kali ye? Back to the story, di bilik 13 itu Riki dan Annisa geratakin semuanya. Tak satupun hal yang janggal ada disitu. Namun, pas Annisa geratakin kardus berisi file-file terakhir Lily yang terletak di atas lemari berkas ( penghuni setelah Lily ga berani mindahin ), doi nemuin sebuah surat yang sepertinya sengaja diselipin ke salah satu file tersebut. Inikah sesuatu yang aneh itu?

“ Reeee.. ! aku nemu surat aneh nih....! “ teriak Annisa

Pas Riki baca itu, tampak raut muka setengah terkejut dan tidak percaya.

“ Sekarang aku tahu misteri dibalik semua ini. Ayo kita kasih tau Iwa dan Alfan............ eh, kemana mereka? “

Riki panik. Annisa panik. Satpam panik. Riki sms ke nomor Iwa dan Alfan ga dibales. Mau nelpon pulsa ga cukup. Minjem hape ke Annisa buat nelpon? Gengsi bos. Sejelek-jeleknya muka jangan ketahuan melarat juga. Riki bingung sementara kertas itu masih dipegangnya. Doi masih merahasiakan sesuatu hal. Jam sudah menunjukkan pukul 11. Ga masalah juga sih, wong besok juga kantor cuti bersama. Paling Cuma OB doang yang di kantor. Kembali ke cerita, Doi berdua ( Riki dan Annisa ) akhirnya keluar ruangan nyariin 2 makhluk suram yang ilang itu. Lantai 1 ditelusuri, hasilnya nihil. Lantai 2 ditelusuri, hasilnya nihil ( emang ada lantai 2 ? ). Setengah jam nyariin hasilnya nihil. Riki dan Annisa panik lagi. Satpam ikutan panik.

“ Duh.. udah hampir tengah malam nih.. perut udah demo daritadi minta diisi.. “ keluh Arqy

“ Sabar qy. Aku sama yang lain kan juga belum makan. Nanti suruh Alfan traktir aja haha... “ canda Annisa

Pencarian pun terus dilakukan hingga akhirnya ketika mereka kembali ke ruangan kerja, tampak suara-suara orang dari dalam. Dan kemudian.................... Dar! Boong ding ga ada apa apaan. Ternyata Iwa dan Alfan ada di dalam. Asli bikin bete banget, orang udah capek nyariin tau taunya malah ada disini.

“ kemana aja lo berdua ? gue hampir sejam nyariin lo pada ! “ Arqy beneran kesel.

“ Gue itu nyariin Iwa yang ngilang ke toilet. Kemudian gue punya firasat ke suatu tempat. Dan kesitulah gue perginya sama Iwa sebelum kesini lagi. “ ucap Alfan.

“ Yaudah, sini kalian semua sa, fan, wa. Gue nemuin surat ini dari file nya Lily dan gue menyadari sesuatu. “

Surat itu berisi tentang keluh kesah Lily selama bekerja di kantor Cyber Tak Berjaya. Gatau kenapa dia memilih menulis sepucuk surat ini dibanding pake diary. Isi suratnya cukup mengejutkan dan sedikit haru dimana Lily menyadari bahwa Tony itu adalah psikopat dan dia menjalani ritual pemujaan. Untuk itulah gadis-gadis cantik dibunuh dan yang mana itu adalah syarat ritual. Lily ga menyangka bahwa dialah target berikutnya. Semua itu diketahui Lily ketika tidak sengaja melewati bilik Tony yang kebetulan terbuka dan melihat buku ritual juga daftar target terhampar di meja. Lily ga tau mau berbuat apa lagi dan disurat ini Lily menuliskan sebuah pesan untuk disampaikan kepada keluarganya. Istilahnya semacam wasiat.

“ Menurut gue, seandainya surat itu tersampaikan ya mungkin Lily ga akan gangguin sini lagi. Ada baiknya juga kita doain dia supaya tenang. Toh dia juga wanita yang baik-baik bukan? “kata Alfan.

“ Setuju. “ Riki, Iwa, dan Annisa menjawab bersamaan.

Penyelidikan berat mereka berempat pun selesai. Setelah bailikin kunci ke satpam dengan cara yang kurang ajar yakni gedor-gedor kamar jam 12 malem sampe hampir dobrak pintu gara-gara ga dibukain. Padahal mah satpam nya lagi di toilet. Alfan nganterin Annisa pulang dulu, sementara Riki pulang sama Iwa karena dijanjiin traktiran sama entu makhluk. Surat Lily tadi ternyata ditujukan untuk keluarganya juga beberapa orang sahabatnya.

Oleh inisiatif Annisa, alamat rumah orangtua Lily berhasil didapatkan. 2 hari kemudian, doi nganterin surat itu ditemani 3 makhluk suram lagi, Iwa, Alfan, dan Ariqy. Aktivitas kantor pada malam hari setelah itupun berjalan seperti biasa, hanya saja penampakan sosok Lily sudah tidak pernah terlihat lagi. Entah memang sudah clear ataupun apa ya gatau. Suasana kantor kembali seperti sediakala.

 

--------------------- SELESAI ---------------------

 

Penulis : Muhammad Ariqy R ( M.A.R )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar